Function dalam PHP

Assalamu’alaikum wr.wb.
A. Pengertian
   Menurut codesaya.com, function (fungsi) merupakan potongan code yang dapat digunakan berulang-ulang di dalam aplikasi.
   Menurut W3Schools, function (fungsi) adalah blok pernyataan yang dapat digunakan berulang kali dalam sebuah program.
B. Latar Belakang
      PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain agar dapat disisipkan dengan mudah ke halaman HTML. PHP memberikan solusi sangat murah (karena gratis digunakan) dan dapat berjalan di berbagai jenis platform. Pada awalnya memang PHP berjalan di sistwm UNIX dan variannya, namun kini dapat berjalan dengan lancar di lingkungan system operasi windows. Suatu nilai tambah yang luar biasa karena proses pengembangan program berbasis web dapat dilakukan lintas system operasi.
      Dengan luasnya cakupan system operasi yang mampu menjalankan PHP dan ditambah begitu lengkapnya function yang dimilikinya (tersedia lebih dari 400 function di PHP yang sangat berguna) tidak heran jika PHP semakin menjadi tren di kalangan programmer web.
       Penemu bahasa pemrograman ini adalah Rasmus Lerdorf, yang bermula dari keinginan sederhana Ledorf untuk mempunyai alat bantu dalam memonitor pengunjung yang melihat situs web pribadinya. Inilah sebabnya pada awal pengembangannya, PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page tools, sebelum akhirnya menjadi Hypertext Prepocessor.
C. Alat dan Bahan
  • OS Linux Min 18.1 Serena
  • Text Editor
  • Browser
  • W3Schools Online/Offline
D. Tujuan
     Bertujuan untuk mengetahui dan memahami penerapan dari function di dalam PHP.
E. Pembahasan
    -> Sintaks dasar dari function 
         Pendeklarasian awal dari function ini diawal harus menggunakan “function“. Dalam penamaan function kita bisa menggunakan huruf atau underscore (_) tidak boleh menggunakan angka.
                  function functionName() {
                        kode yang akan dieksekusi;
                  }
    -> Contoh penggunaan atau penerapan sintaks dasar dari dibawah ini.
       
       
       
        <?php
             function kenal() {
                 echo “Hello Kawan!”;
            }
                kenal();
        ?>
      
      
  • Simpan dengan format document .php dan simpan data tersebut di /var/www/html/ dengan nama fungsi.php. Setelah itu kita akan melihat hasilnya yaitu dengan mengetikkan ” localhost/contoh/fungsi.php “. Hasilnya seperti dibawah ini.
  -> Function menggunakan argument
        Argumen ditentukan setelah nama fungsi, dalam tanda kurung. Kita dapat menambahkan sebanyak argumen yang diinginkan, hanya pisahkan dengan koma.
               function Namafunction(argument/variable) {
                        Kode yang akan dijalankan;
               }
  • Contoh penerapan dari sintaks dasar dari function argument yaitu seperti dibawah ini.
      
      
      
       <?php
            function namakeluarga($nama, $tahun) //variable dalam kurung tersebut merupakan argument nya yang menggunakan 2 parameter.
       {
                echo “$nama Rahman . Tahun $tahun
“;
       }
          namakeluarga(“Fadil”,”1998″);
          namakeluarga(“Juni”,”1999″);
          namakeluarga(“Alidaf”,”2000″);
      ?>
     
     
  • Dan hasil dari pengcodingan diatas yaitu :

  -> Function dengan return
        Untuk membiarkan fungsi mengembalikan nilai, menggunakan pernyataan kembali.
Contoh penerapan dari function dengan return :
        
           
           
           
           <?php
             function apa_kabar() {
             return “Apa kabar dunia?”; //untuk mengembalikan nilai dari nama function apa_kabar().
            }
            echo apa_kabar();//untuk menampilkan function
         ?>
       
          
          
  •  Hasilnya seperti dibawah ini.
F. Kesimpulan
   Dari pernyataan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan dari function dalam php digunakan jika dijalankan dengan sebuah panggilan ke fungsi.
G. Referensi
Sekian dan Terimakasih.
SMK Bisa!!
Wasalamu’alaikum wr.wb.
Advertisements